Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Inndustropolis Batang di Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai kawasan industri masa depan dengan menempatkan transformasi berbasis teknologi dan keberlanjutan sebagai dua pilar utama pengembangan kawasan. Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tannya Liwail Chamdy, menjelaskan bahwa setiap program komunikasi yang dijalankan kawasan ini diupayakan untuk merepresentasikan proses transformasi tersebut, sekaligus memberikan perspektif yang lebih luas mengenai arah masa depan industri Indonesia secara umum, bukan hanya kemajuan satu kawasan semata.

Salah satu elemen kunci dalam strategi ini adalah narasi besar yang diusung KEK Industropolis Batas, yaitu “The Shenzhen of Indonesia: Transforming Batang into Industrial Tech-Hub”. Narasi ini menggambarkan ambisi menjadikan Batang sebagai salah satu pusat industri berbasis teknologi terkemuka di Indonesia, dengan meniru semangat transformasi yang pernah dialami Shenzhen di China — dari kawasan yang relatif belum berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur dan teknologi terbesar di dunia. Ambisi ini didukung oleh sejumlah faktor fundamental yang dimiliki kawasan, termasuk potensi ekosistem yang terus berkembang, infrastruktur kelas dunia, serta konektivitas strategis ke jalur Tol Trans Jawa, pelabuhan, dan bandara.

Dari sisi capaian, KEK Industropolis Batang memang menunjukan perkembangan yang cukup signifikan hingga pertengahan 2026, dengan penyerapan lahan industri yang terus bertambah dan realisasi investasi yang telah menembus puluhan triliun rupiah. Namun, menurut Tannya, keberhasilan sebuah kawasan industri tidak semestinya diukur hanya dari besaran investasi dan aktivitas ekonomi yang masuk. Kemampuan kawasan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekitar dinilai sama pentingnya, bahkan menjadi indikator kedewasaan sebuah kawasan industri dalam jangka panjang.

Selain fokus pada penguatan citra sebagai pusat teknologi, aspek keberlanjutan juga menjadi bagian integral dari strategi pengembangan KEK Industropolis Batang melalui Program Rintisan Industri Masa Depan (PRIMA). Program ini dirancang bukan semata sebagai inisiatif teknis, melainkan sebagai wahana untuk mengomunikasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan pendekatan yang lebih membumi dan dekat dengan masyarakat serta pemangku kepentingan lokal. Melalui PRIMA, keberlanjutan dan ketangguhan ekosistem industri ditempatkan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses transformasi kawasan, sejalan dengan tren global di mana investor dan mitra industri semakin memperhitungkan aspek keberlanjutan dalam keputusan investasi mereka.

Pendekatan komunikasi semacam ini juga diarahkan untuk memperkenalkan Batang bukan hanya sebagai lokasi industri baru, melainkan sebagai kawasan yang memiliki daya tarik investasi sekaligus ekosistem industri yang benar-benar terintegrasi — mulai dari rantai pasok, tenaga kerja, hingga dukungan kebijakan. Dengan status sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan cakupan lahan mencapai ribuan hektare, KEK Industropolis Batang tampaknya ingin memosisikan diri tidak hanya sebagai kawasan industri konvensional, tetapi sebagai model baru pengembangan kawasan yang memadukan pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, dan tanggung jawab sosial-lingkungan secara bersamaan, sebuah pendekatan yang kemungkinan akan terus digaungkan dalam berbagai program komunikasi dan promosi investasi kawasan ini kedepannya.

Sumber: (https://money.kompas.com/read/2026/08/19/173014926/kek-industropolis-batang-bidik-masa-depan-industri-berbasis-teknologi?page=all)